Yang ditinggal menangis tak tertahankan
Belahan jiwa pergi dan tak bisa kembali lagi
Tak bersiap karena maut datang tak diyana
Bersedih tak tahu sampai kapan
Terbiasa dirindu bersama-sama
Terbiasa dirasa bersama-sama
Suka duka diarungi bersama
Kini ..........
Tak ada yang dicumbu asmara
Tak ada yang dirasa rindunya
Tak dirundung disemai nestapa
Terpisah di dunia yang berbeda....
2 buah hati sebagai penerus jiwanya
Memaksanya untuk tetap bertahan hidup
Menggapai mimpi meraih asa....
Ya Tuhan.....kuatkan aku melalui semua ini demi mereka....
Tampilkan postingan dengan label Sajak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sajak. Tampilkan semua postingan
Ketika galih merintih
Syahdu rindu meradang
Berangan walau tertatih
Bersenandung kabut bandang
Terpuruk terkapar di padang gersang..
Sendiri meniti kembali, puing-puing kehancuran..
Menangis menetes darah mengharap mimpi...
Menanti keikhlasannya kembali...
Biarkan walau tersakiti
Biarkan walau tercaci maki
Biarkan walau tercabik-cabik
Biarkan semuanya kembali kepada Sang Kholik....
DI KALA SENJA LEMBAYUNG TIBA,
SANG UFUK TEMARAM MERAH MERONA
MELAMBAIKAN BAYANGAN KEMUDIAN MENGHILANG
BERGANTI DENGAN SANG REMBULAN MALAM JINGGA
Gita Sunyi
Ungkapan rasaku mulai menetes satu-satu
Ke relung jiwaku yang paling dalam… sunyi
Tiap tetesnya menjelma menjadi jeritan tanpa suara
Hari ini ku mulai mengalirkan segala gundah
Menjadi rangkaian kata yang ku titip makna.
ku tata sebisaku menjadi rangkaian kalimat
Februari, 2010



